Money

Jakarta Pastikan Stok Pangan Aman Meski Konflik AS-Israel dan Iran Memanas

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman dan cukup untuk masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 1447 H/2026 M meski ada konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga pangan global.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, "Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai."

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik membeli bahan pangan.

Meski kebutuhan pangan biasanya meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, terutama pada periode Maret 2026, Ratu mencatat komoditas seperti telur ayam, daging sapi atau kerbau, serta bawang putih yang mengalami kenaikan permintaan.

Data sementara menunjukkan telur ayam naik lebih dari 17 persen, sementara daging ayam dan bawang merah meningkat di atas 10 persen.

Namun stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh di atas kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, dan berbagai sayur serta buah juga memiliki cadangan yang cukup.

Untuk memastikan distribusi lancar dan menjaga stok harian di pasar tradisional maupun ritel modern, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, dan pemerintah pusat.

"Kami juga intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ungkap Ratu.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: